Jumat, 02 Januari 2026
KEDEWASAAN
Halo, this is me, Achmad Adyan Indraji, biasanya orang orang panggil Aku Adyan. Hari ini adalah tanggal 2 Januari 2026, dan pada malam ini aku memutuskan untuk mulai menulis blogger Hahahah... terdengar sangat baku ya, mohon dimaklumi, ini pertama kalinya aku menuliskan sesuatu di blogger bukan karena untuk tugas Kuliah, namun menceritakan tentang kisah kisah yang ku dapat dan ku jadikan pelajaran dan akhirnya ku tuangkan di dalam blogger ini.
Ya,sesuai dengan Judulnya, "Kedewasaan".
Kalau berdasarkan referensi dari sahabat ku, Google dan Gemini AI hahahah Kedewasaan adalah kematangan menyeluruh (biologis, psikologis, sosial, emosional) yang ditandai kemampuan berpikir matang, bertanggung jawab, mengelola emosi, mandiri, dan bijaksana dalam menghadapi masalah, bukan hanya sekedar pencapaian usia fisik, melainkan hasil dari pembelajaran, pengalaman, serta kesadaran diri untuk terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.
Maaf ya agak panjang ini referensi dari sahabat ku google dan Gemini AI hahahha.Tapi sejujurnya, ya, untuk secara teoritis dan idealis, aku sangat setuju dengan definisi mengenai kedewasan yang sudah ku sebutkan di atas. Namun pada kenyataannya, sejujurnya aku masih bingung apakah ada orang yang sesempurna teori diatas dalam fase kedewasaan mereka ataukan pengertian diatas hanya sebatas defini semata atau sebagai tolok ukur untuk kedewasaan? hahahha aku gak terlalu memahami. Namun aku rasa hanya sedikit orang yang memang bisa mencapai kedewasaan sesuai dengan pengertian di atas.
Karena pada dasarnya, diusia ku yang sudah mencapai 28 tahun, aku memahami bahwa setiap orang memiliki makna kedewasaan mereka masing-masing seperti contoh ada yang dimana mereka menganggap mereka yang sudah menikah adalah mereka ysng sudah mencapai kedewasaan mereka, dan ada beberapa ada yang memiliki makna kedewasaan mereka sendiri.
Namun bagiku,kedewasaan adalah sesuatu hal yang sedikit membingungkan, karena selain beberapa point pada kalimat diatas, kedewasaan menurut beberapa orang yang aku kenal adalah mereka yang mampu memecahkan masalah mereka meskipun mereka harus menjadi palsu alias bukan menjadi diri mereka sendiri. Itulah yang aku pelajari dari lingkungan pergaulan ku baik di lingkungan pribadi ku maupun lingkungan ku yang lain.
Sejujurnya, apabila memang benar salah satu menjadi dewasa adalah menjadi palsu dan berpura-pura, i'm totally disagree. Karena menurutku, salah satu part kedewasaan adalah saat anda bisa menjadi diri sendiri tanpa takut menyinggung orang lain, namun juga anda tetap mengikuti batasan dan norma yang ada di lingkungan kita dan bukan menjadi palsu. For Example, saat anda menghadapi situasi dimana anda berbeda pendapat dengan atasan anda, di satu sisi anda tidak setuju dengan pendapat atasan anda, namun disisi lain anda tidak mungkin melawan atasan anda karena anda, sebagian orang yang saya temui, mereka lebih memilih mengikuti apa kata atasan mereka tanpa memperjelas alasan mereka atas pendapat mereka. Secara tidak langsung, saya menyebut itu sebagai sebuah kepalsuan, dan itu bagi beberapa orang mungkin dianggap salah satu kedewasaan ya. Namun tidak bagi ku, menurut ku itu pengecut, karena tidak berusaha untuk memberikan alasan atas pendapat anda tanpa menyinggung perasaan atasan anda. Namun perlu digaris bawahi, seperti yang ku bilang sebelumnya, semua orang memiliki standar kedewasaan nya masing-masing, termasuk aku.
Bagiku, selain yang sudah di sebutkan pada referesi yang ku kutip dari Google dan Gemini AI di atas tentang kedewasan, aku rasa "dapat memahami perasaan seseorang" sekalipun itu anak kecil adalah salah satu kuat untuk kedewasaan seseorang. Karena kita ini adalah manusia, makhluk sosial yang akan selalu membutuhkan orang lain, dan salah satunya adalah perasaan. Jadi ku rasa, sesorang yang telap mencapai kedewasaan, mereka juga minimal bisa memahami perasaan orang lain atau memproyeksikan diri apabila kita jadi mereka atau sedang apes kek orang lain.
Baiklah untuk saat ini aku bahasa sampai sini dulu ya wkkwkw aku sudah merasa ngantuk dan butuh istirahat hahah. terima kasih ya. See you on my next absurb story ahhahahah. Thank you very much.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar