Nama : Achmad Adyan Indraji
Kelas : 2TA04
NPM : 10315053
Tugas Riset Operasi
Tugas IV
Penyajian Presentasi
Telah
dilaksanakan tugas presentasi oleh kelompok 2 yang membahas tentang Riset
operasi (Operation Research) yang
dibimbing oleh dosen mata kuliah riset operasi kami, yaitu Bapak Adi Kresno
pada tanggal 11 Juni 2017. Adapun anggota dari kelompok 2 ini diantaranya :
1. Achmad
Adyan Indraji
2. Antonius
Ricky Prasetyo Dwi Nugroho
3. Berkah
Putra Prasetya
4. Fachri
Ikhlas Tuhaba
5. Muhammad
Hafidz Ananda
6. Nadiela
Virgina
7. Nayla
Azka
8. Raka
Muhammad
Hal
– hal yang dibahas dalam presetasi ini adalah pengertian dari Riset Operasi,
cabang – cabang dari riset operasi terbagi menjadi 2 yaitu, Deterministic dan probabilistic, metode – metode yang digunakan untuk menyelesaikan
soal dalam riset operasi, yaitu metode grafik, metode matematis, dan table simpleks. Berikut adalah ulasan dari data penyajian presentasi dari kelompok 2.
Riset operasi
menurut bidang seni adalah kemampuan untuk merefleksikan konsep-konsep
efisiensi dan sumber terbatas kedalam model (model matematis) pada situasi/
persoalan tertentu sedangkan menurut sains Riset Operasi adalah suatu aktivitas
(riset operasional) yang berkenaan dengan penggunaan sumber-sumber yang
terbatas secara efisien. Riset Operasi terdiri atas berbagai cabang bidang
study yaitu Deterministic dan Probalistic.
1.
Perbedaan Deterministic dan Probalistic
Deterministic yang berarti datanya sudah
pasti, dan terdiri dari :
1. 1.
Program Linear
2.
Model Tranportasi dan Transhipment
3.
Model Asignment
4.
Analisa Jaringan
5.
Teori Antrian
Sedangkan
Probalistic yang berarti datanya berupa probability
(kemungkinan), dan terdiri dari
1. Perencanaan
dan pengendalian: PERT-CPM
2. Game
Theory
3. Inventori
Control
4. Dynamic
Programming
Dsb
2.
Progam Linier
Dalam Riset operasi pun
terdapat program linier dimana arti dari “program” adalah perencaan dan “linier”
adalah model matematis dalam model ini merupakan fungsi linear.
Perencanaan aktivitas untuk memperoleh
hasil yang optimal. Dalam LP, suatu persoalan harus diubah kedalam model
matematis. Selanjutnya model tersebut dapat diselesaikan dengan metode Grafik
atau metode simpleks.
Contoh soal
setiap kubik Campuran Grade A dapat
dihasilkan dengan 1 jam kerja operator dan 4 ton semen dengan laba per kubik $80.
Campuran Grade B dengan 2 jam kerja operator dan 3 ton semen dengan laba per
kubik $100. Mengingat sumber tenaga kerja dan bahan baku terbatas, manager
perusahaan ingin mengetahui berapa banyak campuran Grade A dan Grade B harus
diproduksi per minggu untuk mencapai laba maksimum.
3.
Model Matematis
Tujuan
dari persoalan ini adalah memaksimumkan laba, dengan kendala keterbatasan
sumber-sumber (tenaga operator dan bahan baku) yang terbatas per minggu
Misalkan :
x1 = jumlah kubik campuran grade A yang
diproduksi per minggu
x2 = jumlah kubik campuran grade B yang
diproduksi per minggu
Jika total laba dinotasikan dengan Z,
maka didapatkan
Fungsi Tujuan:
Maksimumkan Z = 80 x1
+ 100 x2
4.
Metode Grafik
Dalam
penyesaian dengan metode grafis model matematis berbentuk pertidaksamaan. Untuk
penyelesaian dengan metode Simpleks model harus diubah kedalam bentuk
persamaan. Untuk itu diperlukan variabel bantu dengan variabel Slack (S). Nilai
variabel S dapat bertanda (+) atau (-), tergantung permasalahannya apakah
persoalan Minimum atau Maksimum. Dengan demikian model matematis untuk contoh
diatas menjadi,
Maksimumkan Z = 80 x1 +
100 x2 + 0 S1 + 0 S2
1 x1 + 4 x2
+ + 1 S1 + 0 S2 = 40
4 x1 + 3 x2 + + 0
S1 + 1S2 = 120
Evaluasi nilai Z pada
titik sudut daerah layak OACD adalah,
O (0,0) →Z = 80 (0)
+ 100 (0) = 0
A (0,20) →Z = 80 (0) + 100 (20)
= 2000
B (24,8) →Z = 80 (24) + 100 (8) = 2720
√
C (30,0) →Z = 80 (30) + 100 (0) = 2400
Jadi keuntungan
maksimum adalah $ 2720 , dengan memproduksi
X1 (Grade A) = 24 kubik/ minggu dan X2 (Grade B) = 8 kubik/ minggu



