Nama : Achmad Ayan Indraji
Kelas : 1TA05
NPM : 10315053
Tugas Ilmu Budaya Dasar
1.
Pengertian cinta dan kasih
Cinta adalah sebuah rasa yang terdapat dalam diri
manusia yang membuat manusia meraasa suka, nyaman, serta tertarik pada suatu
hal atau orang yang iya tuju.
(sumber: pemikiran sendiri)
Cinta adalah rasa sangat suka atau sayang (kepada)
ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih,
artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau sangat menaruh belas kasihan.
Dengan demikian cinta kasih dapat diatikan sebagai perasaan suka (sayang)
kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Terdapat perbedaan antara cinta dan kasih, cinta
lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih
merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah kepada yang dicintai.
Cinta samasekali bukan nafsu. Perbedaan antara cinta dengan nafsu adalah
sebagai berikut:
1.Cinta bersifat manusiawi
2.Cinta bersifat rokhaniah sedangkan nafsu bersifat
jasmaniah.
3.Cinta menunjukkan perilaku memberi, sedangkan nafsu
cenderung menuntut.
Cinta juga selalu menyatakan unsur - unsur dasar
tertentu yaitu:
1.Pengasuhan, contohnya cinta seorang ibu kepada
anaknya.
2.Tanggung jawab, adalah tindakan yang benar – benar
bedasarkan atas suka rela.
3.Perhatian, merupakan suatu perbuatan yang bertujuan
untuk mengembangkan pribadi orang lain, agar mau membuka dirinya.
4.Pengenalan, merupakan keinginan untuk mengetahui
rahasia manusia.
2.
Unsur-unsur Cinta
Teori yang dikemukakan oleh Robert J. Sternberg
(1986) ini atau biasa disebut dengan The Triangular Theory of Love menjelaskan
bahwa cinta terdiri dari 3 komponen atau unsur. Unsur-unsurnya adalah sebagai
berikut:
1. Intimacy
(Intimasi)
Intimasi adalah aspek emosi dari cinta. Intimasi sebagai perasaan dalam
suatu hubungan yang mendorong akan adanya kedekatan dan keterikatan. Intimasi
akan membuat hubungan menjadi lebih erat antara satu dan lainnya.
2. Passion
(Gairah)
Ini
adalah sisi motivasi dari segitiga cinta itu. Sisi gairah itu memiliki peran
penting bagi perkembangan fisiologis dan keinginan yang kuat untuk bersatu
dengan orang yang kita cintai. Unsur ini berkaitan erat dengan intimasi,
keduanya saling bergantian muncul terlebih dahulu dalam suatu hubungan
percintaan.
3.
Commitment (Komitmen)
Komitmen adalah sisi kognitif dari cinta. Komitmen adalah tekad untuk
memelihara cinta. Komitmen ini bertumbuh mulai dari taraf nol saat pertama kali
bertemu dengan yang dicintai dan bertumbuh semakin saling mengenal satu dengan
lainnya. Kunci dari komitmen adalah saling mengenal dan menghargai.
3. 3 unsur
dalam segitiga cinta
Cinta menurut
Dr. Sarlito W. Sarwono memiliki 3 unsur:
Keterikatan
Adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala
prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia, ada
uang sedikit beli hadiah untuk dia.
Keintiman
Adanya kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda
dengan dia sudah tidak ada jarak lagi panggilan formal seperti bapak, ibu
saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan sayang dan
sebagainya.makan sepiring berdua.
Kemesraan
Adanya rasa ingin membelai dan dibelai, rasa kangen rindu kalo jauh atau
lama tak bertemu, adanya ungkapan ungkapan rasa sayang dan seterusnya.
4.
Tingkatan Cinta
6 Tingkatan cinta ini adalah urut-urutan mana yang
harus kita cintai pertama kali, mana yang menjadi prioritas dalam mencintai
dari yang paling utama hingga yang paling akhir. Adapun 6 tingkatan cinta
tersebut adalah :
1. Tingkatan yang pertama adalah tatayyum
Tatayyum adalah tingkatan tertinggi dalam mencintai,
ini hanya hak Allah semata. Ini adalah cinta prioritas bahkan mencintai yang
selain dari Allah adalah sebagai bukti kita mencintai Allah SWT.
“Cintaku, hanya untukmu seorang”
“Tiada yang lain bisa mengisi hatiku selain dirimu”
“Aku tak bisa hidup tanpamu”
“Diriku tanpamu bagai malam tak berbintang”
Bagi mereka yang melakoni aktivitas pacaran, tentu
sudah tak asing dengan puji dan puja terhadap pasangannya seperti “gombalan”
diatas. Bahkan tak jurang juga pasangan yang sudah menikahpun yang melakukan
ini dengan pasangannya. Nah, setelah mengetahui hal ini semoga kita semua paham
dan mengerti kalau cinta yang utama, pertama dan paling prioritas hanya untuk
Allah SWT. Cinta-cinta yang lain kepada makhluknya hanya sebagai bentuk
mencintai Allah SWT.
2. Tingkatan yang kedua adalah ‘Isyk
‘Isyk adalah cinta yang menjadi hak Rasulullah SAW,
cinta kepada teladan kita, kepada junjungan kita hingga menjadikan kita untuk
selalu berusaha mengikuti apa yang beliau lakukan, mengerjakan
sunnah-sunnahnya, selalu bershalawat padanya.
“Katakanlah jika kalian cinta kepada Allah, maka
ikutilah aku (Nabi) maka Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian
(Q.S : Ali imran 3)”
Kecintaan kita kepada Rasulullah SAW adalah kecintaan
yang Allah perintahkan. Semoga dengan mengetahui hal ini kita menjadi lebih
bangga lagi menjadi umat Rasulullah SAW serta dengan bangga pula menjalankan
serta menyerukan sunnah-sunnahnya.
3. Tingkatan ketiga adalah Syauq
Syauq adalah cinta antara satu mukmin dengan mukmin
lainnya namun lebih dekat secara kekeluargaan. Seperti cinta ayah dan ibu
kepada anaknya, cinta kakak kepada adik, cinta antara suami kepada istrinya.
Karena cinta ini jugalah manusia saling berkembang meneruskan keturunannya.
4. Tingkatan keempat adalah shababah
Shababah adalah cinta sesama muslim dalam lingkup
yang lebih luas. Tidak saling mengenal, tidak ada kedekatan secara darah,
daerah, bahkan bangsa sekalipun namun dipersatukan oleh satu kalimat tauhid
“Laa ilaha illallah” .
Hubungan yang didasari oleh ikatan cinta shababah
inilah yang menguatkan kita sesama muslim untuk bisa saling merasakan satu sama
lain. Untuk saling menolong dan membantu satu sama lain jika saudara kita
terkena ancaman atau musibah.
5. Tingkatan kelima adalah ‘Ithf (Simpati)
‘Ithf bicara tentang sisi kemanusiaan, jadi pada
tingkatan ini adalah bagaimana kita bersimpati kepada sesama manusia tanpa
melihat apapun suku, bangsa bahkan agamanya sekalipun. Maka jika dia dalam
kesulitan, maka alasan sesama manusia cukup bagi kita untuk memberikan bantuan
serta pertolongan padanya.
6. Tingkatan keenam adalah intifa
Intifa adalah tingkatan terendah dalam
tingkatan-tingkatan cinta, apa itu intifa?, cinta pada keinginan pemanfaatan
kepada harta benda. Cinta kepada harta benda atau dunia inilah yang sering
sekali menggelincirkan kita, sering menyesatkan kita, membuat kita terlena dan
terlupa akan cinta-cinta yang lebih utama dan jauh lebih penting dari ini,
bahkan dalam kondisi tertentu ada yang menempatkan cinta ini pada tingkatan
tertinggi melebih cintanya pada Allah SWT.
Sahabat semua, itulah tingkatan-tingkatan cinta yang
dijelaskan oleh Ulama kita Ibnul Qayyim Al jauzy kepada kita semua. Semoga
dengan mengetahui ini bisa menjadikan kita lebih bijak dalam menempatkan serta
memposisikan diri kita dalam mencintai
5. Cinta
menurut ajaran agama
Cinta Menurut Ajaran Agama
v Cinta Menurut Agama Islam
Menurut Al-Qur'an cinta terbagi menjadi 8 jenis,
yaitu:
Cinta Mawaddah: yaitu cinta yang menggebu-gebu dan membara. Orang yang memiliki cinta jenis
ini inginnya selalu berdua dan tak ingin berpisah. Selalu ingin memuaskan
dahaga cintanya bahkan hampir tidak bisa berfikir yang lain.
Cinta Rahmah: yaitu cinta yang penuh akan kasih
sayang, pengorbanan dan perlindungan. Orang yang memiliki cinta ini akan lebih
memikirkan orang yang dicintainya daripada dirinya sendiri. Dipikirannya yang
penting adalah kebahagiaan sang kekasih meskipun ia harus menderita.
Cinta Mail: yaitu cinta yang sementara sangat
membara. Dan sangat menyedot perhatian tanpa memperhatikan hal-hal penting
lainnya. Menurut Al-Qur'an disebut juga dalam konteks poligami. Karna ketika
sedang jatuh cinta kepada yang muda akan cenderung mengabaikan yang lama.
Cinta Syaghaf: yaitu cinta alami yang sangat mendalam
dan sangat memabukkan. Orang yang terkena cinta ini akan seperti orang gila,
lupa diri bahkan tidak menyadari apa yang dilakukannya.
Cinta Ra'fah: yaitu rasa kasih sayang yang melebihi
norma kebenaran. Misalnya: karna rasa kasih sayang dan kasihan yang berlebihan
melihat anaknya tidur terlelap seorang bapak tidak tega dan tidak jadi
membangunkan anaknya untuk Sholat.
Cinta Shobwah: yaitu cinta buta, cinta ini akan
mendorong perilaku menyimpang dan tidak akan bisa mengelak.
Cinta Syauq (Rindu): yaitu pengembaraan hati kepada
kekasih dan kobaran cinta didalam hati sang pecinta.
Cinta Kulfah: yaitu perasaan cinta yang disertai
kesadaran akan hal-hal positif meski itu sulit.
v Cinta Menurut Agama Kristen
Cinta adalah cinta kasih antara sesama dimana kita
diajarkan untuk mencintai sesama tanpa membedakan agama, ras, latar belakang.
Dan saling menghargai satu sama lain. Perintah. Allah yang terutama ialah:
(Matius 12:29-31), "Cintailah Tuhan Allahmu
dengan segenap hatimu."
"Cintailah sesama manusia seperti dirimu
sendiri."
·
Korintus
13:4. Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak
cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak
mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan
orang lain.
13:6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan,
tetapi karena kebenaran.
13:7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala
sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
·
Matius
5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu
dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
v Cinta Menurut Agama Hindu
Agama Hindu adalah agama Wahyu dan agama alami. Oleh
karena itu, ia adalah agama Cinta Kasih. Agama yang amat luwes, agama yang
berdasarkan pada Cinta Kasih, agama yang memiliki tujuan Cinta Kasih, dan juga
agama yang dijalankan di dalam Cinta Kasih. Agama Hindu amat mementingkan
pengembangan cinta kasih bukan hanya kepada sesama umat manusia tetapi kepada
sesama makhluk hidup. Cinta kasih kepada sesama anggota keluarga, kepada sesama
umat manusia tidak dipandang sebaga cinta kasih yang istimewa. Kesadaran bahwa
seluruh dunia adalah sebuah keluarga besar sangat membantu orang untuk
mengembangkan cinta kasih universal ini.
Dia adalah puncak cinta kasih di dunia ini, merupakan
landasan penting untuk mengembangkan Prema Bhakti atau cinta kasih rohani
kepada Tuhan yang Maha Esa. Cinta kasih universal dalam beberapa kitab suci
disebutkan sebagai ciri, hiasan dan sifat-sifat agung orang-orang suci atau
para Sadhu. Titiksavah karunikahsuhrdah sarva-dehinamajata-satravah
santahsadhavah sadhu-bhusanah
Ciri-ciri atau hiasan dari seorang Sadhu atau orang
suci adalah ia harus memiliki sifat-sifat senantiasa damai, memiliki toleransi
besar, penuh karunia, bersifat berteman dengan seluruh makhluk hidup, tidak
mempunyai musuh, hidupnya selalu didasarkan pada kitab suci dan segala
kepribadiannya terpuji. Yajur Veda juga menegaskan hal yang sama:mitrasya ma
caksusa sarvani bhutani samiksantamamitrasyaham caksusa sarvani bhutani
samiksemitrasya caksusa samiksyamahe "Semoga semua makhluk hidup melihatku
dengan pandangan sebagai teman, semoga aku melihat semua makhluk hidup dengan
pandangan sebagai seorang teman, semoga kami melihat satu sama lainnya dengan
pandangan sebagai seorang teman."
v Cinta Menurut Agama Buddha
Nikaya Pali juga memuat satu kata cinta yang berbeda
dengan cinta yang telah disebutkan di atas, cinta kasih yang dipancarkan secara
universal (tak terbatas) kepada semua makhluk dan cinta kasih yang tanpa
pamrih, yaitu: Metta.
Metta adalah bagian pertama dari empat kediaman luhur
(Brahma Vihara) atau empat keadaan yang tidak terbatas (Apamanna). Bagian
lainnya, yaitu Karuna (kasih sayang), Mudita (simpatik), dan Upekkha
(keseimbangan batin).
Metta adalah rasa persaudaraan, persahabatan,
pengorbanan, yang mendorong kemauan baik, memandang makhluk lain sama dengan
dirinya sendiri. Metta juga suatu keinginan untuk membahagiakan makhluk lain
dan menyingkirkan kebencian (dosa) serta keinginan jahat (byapada).
Metta berbeda dengan piya, pema, rati, kama, tanha,
ruci dan sneha yang hanya menimbulkan nafsu dan kemelekatan. Pengembangan Metta
dapat mengantarkan kita pada pencapaian kedamaian Nibbana (Mettacetto vimutti),
seperti yang dinyatakan Sang Buddha dalam Dhammapada 368:
"Apabila seorang bhikkhu hidup dalam cinta kasih
dan memiliki keyakinan terhadap Ajaran Sang Buddha, maka ia akan sampai pada
Keadaan Damai (Nibbana), berhentinya hal-hal yang berkondisi (sankhara)
"
6. Bentuk
– bentuk cinta
Description: Love Myspace Comments
Love Myspace Comments
MyNiceSpace.com
3 Macam Bentuk-bentuk Cinta
Eros, asal kata ini adalah dari dewa mitologi Yunani,
Eros, yang adalah dewa cinta. Eros adalah cinta manusia semata, yg diinspirasi
oleh sesuatu yang menarik dalam objeknya. Eros merupakan cinta yang tumbuh dari
seseorang kepada yang lain. Misalkan, Zen suka sama gw karna gw cantik. hehe…
misalkan lho, jangan sewot gituw ah. N faktor x lainnya yg berhubungan dengan
fisik sehingga menimbulkan gairah sex, seperti dalam Inggrisnya “Erotic”.
Storge – Storge adalah ikatan alami antara ibu dan
anak, bapak, anak-anak, dan sodara. William Barclay menyebutkan, “kita tidak
bisa tidak mengasihi anak-anak dan sodara kita; darah lebih kental daripada
air” (N.T. Words, 1974).
Philia, setingkat lebih tinggi dari eros, berhubungan
kejiwa daripada tubuh. Ini adalah cinta antar sahabat. Menyentuh kepribadian
manusia—intelektual, emosi, dan kehendak, melibatkan saling berbagi. Cinta yg
timbuh dari perhatian dan kebersamaan. Ada sedikit eros dalam philia. Kita
memilih teman karena kesenangan yang bisa kita dapatkan dari mereka. Ada
kualitas pribadi dalam mereka yang kita hargai, kepintaran dan ketertarikan
budaya, dan ekspresi diri yang saling memuaskan.
Tingkatan kasih yg paling tinggi adalah Agape. Ini
adalah kasih Tuhan, kasih yg tidak mencari kesenangan sendiri, tapi senang
memberi tanpa menuntut balas. Wah, hebat Jo… klo elo bisa sampe pada tingkat
ini. Btw, apakah pada semua pacar elo
memberikan kasih agape? or emang elo slalu memberikan agape ke semua orang?
Cinta…terdiri dari empat aspek, yaitu: Love, trust,
respect, and honest. Cinta tanpa adanya unsur Kepercayaan, Penghargaan, dan
Kejujuran adalah suatu ketimpangan. Contohnya: apabila kita mencintai orangtua
kita, namun kita tidak mempunyai penghargaan terhadap mereka, masihkah hal
tersebut bisa dikatakan Cinta? Tentunya hanya akan menjadi hal yang sia-sia dan
menyakitkan bukan…Ataupun saat kita mencintai pasangan kita, apakah itu bisa
dikatakan Cinta saat hubungan itu tidak dilandasi oleh adanya rasa percaya dan
kejujuran dari masing-masing pihak?
Kasih Sayang
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan
W.J.S.Porwadarminta, kasih sayang adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau
perasaan suka kepada seseorang. Apabila suatu hubungan cinta diakhiri dengan
sebuah pernikahan maka hal ini akan menimbulkan perasaan yang lebh dewasa lagi
dan juga menuntut agar suatu hubungan tersebut lebih bertanggung jawab,
perasaan inilah yang disebut dengan kasih sayang, mengasihi, atau saling
menumpahkan kasih sayang.
Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata mesra yang berarti erat
atau karib sehingga kemesraan berarti hal yang menggambarkan keadaan sangat
erat atau karib. Kemesraan juga bersumber dari cinta kasih dan merupakan
realisasi nyata. Kemesraan dapat diartikan sama dengan kekerabatan, keakraban
yang dilandasi rasa cinta dan kasih.
Tingkatan kemesraan dapat dibedakan berdasarkan umur,
yaitu:
lKemesraan dalam Tingkat Remaja, terjadi dalam masa
puber atau genetal pubertas yaitu dimana masa remaja memiliki kematangan organ
kelamin yang menyebabkan dorongan seksualitasnya kuat.
lKemesraan dalam Rumah Tangga, terjadi antara
pasangan suami istri dalam perkawinan. Biasanya pada tahun tahun wal
perkawinan, kemesraan masih sangat terasa, namun bisa sudah agak lama biasanya
semakin berkurang.
lKemesraan Manusia Usia Lanjut, Kemsraan bagi manusia
berbeda dengan pada usia sebelumnya. Pada masa ini diwujudkan dengan jalan –
jalan dan sebagainya.
Pemujaan
Pemujaan berasal dari kata puja yang berarti
penghormatan atau tempat memuja kepada dewa – dewa atau berhala. Dalam
perkembangannya kemudian pujaan ditujukan kepada orang yang dicintai, pahlawan
dan Tuhan YME. Pemujaan kepada Tuhan adalah perwujudan cinta manusia kepada
Tuhan, karena merupakan inti , nilai dan makna dari kehidupan yang sebenarnya.
Cara Pemujaan dalam kehidupan manusia terdapat
berbagai perbedaan sesuai dengan ajaran agama, kepercayaan, kondisi dan
situasi. Tempat pemujaan merupakan tempat komunikasi manusia dengan Tuhan.
Berbagai seni sebagai manifestasi pemujaan merupakan suatu tambahan tersendiri
dalam terciptanya kehidupan yang lebih indah.
Belas Kasihan
Belas kasihan, welas asih, atau kepedulian adalah
emosi manusia yang muncul akibat penderitaan orang lain. Lebih kuat dari pada
empati, perasaan ini biasanya memunculkan usaha mengurangi penderitaan orang
lain.
Cinta Kasih Erotis
Cinta kasih Erotis adalh kehausan akan penyatuan yang
sempurna, akan penyatuan dengan seseorang launnya. Pada hakekatnya cinta kasih
tersebut bersifat eksklusif, bukan universal, dan juga barangkali merupakan
bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya.
Atau juga cinta kasih erotis adalah ekskluvitas yang
tidak terdapat dalam cinta kasih
persaudaraan dan cinta kasih ibu yang merupakan atraksi individual
belaka.
( Sumber : Pemikiran sendiri)