Nama :
Achmad Adyan indraji
Kelas :
1TA05
NPM :
10315053
Tugas Ilmu budaya Dasar
MANUSIA DAN KESUSASTRAAN
Manusia dan kesustaraan memiliki hubungan yang saling
mengisi yaitu antara sastra dan seni, sebelum mengetahui hubungan sastra dan
seni kita harus tahu apa itu sastra dan apa itu seni. Sastra adalah seni
berbahasa,Sastra adalah ungkapan spontan dari perasaan yang mendalam, Sastra
adalah ekspresi pikiran (pandangan, ide, perasaan, pemikiran) dalam
bahasa,Sastra adalah inspirasi kehidupan yanag dimateraikan dalam sebuah bentuk
keindahan ,Sastra adalah buku-buku yang memuat perasaan kemanusiaan yang
mendalam dan kebenaran moral dengan sentuhan kesucian, keluasan pandangan, dan
bentuk yang mempesona.
Sedangkkan Seni adalah ketrampilan yang diperoleh
melalui pengalaman, pengamatan atau proses belajar. Sebagai contoh yang
menghubungkan Sastra dengan kemampuan manusia yang berseni adalah drama dan
teater. Seperti contohnya, teater yang menceritakan tentang sebuah kisah, maka
manusia dituntut untuk dapat memainkan peran yang diperagakan agar dapat terasa
apa yang dicerikan itu, padahal cerita tersebut hanya karangan atau bahkan
imajinasi dari pengarang . Tapi dengan adanya manusia yang memerankan peran
yang dimaksud dengan menjiwai karekternya masing-masing, kita dapat merasakan
dan juga ikut masuk ke dalam cerita tersebut.
Diperlukan keahlian yang khusus untuk dapat memainkan
peran yang baik menggunakan bahasa yang baik pula. Sastra juga termasuk seni
yang bisa dikembangkan dengan baik oleh manusia yang berkreatif. Tanpa adanya
manusia, sastra pun tidak akan pernah muncul, karena sastra berakar dari
kepribadian seorang manusia itu sendiri.
Kesusastraan dapat diartikan sebagai tulisan atau
curahan hati seseorang dan memiliki nilai juga makna yang terkandung
didalamnya, makna yang terkandung didalam sebuah karya sastra dapat berupa
makna kesenangan, kesedihan, kesengsaraan, kehebatan, bahkan cinta. Karya
sastra tersebut dapat di tulis dalam bentuk puisi, prosa, sajak, syair, pantun
dan masih banyak lagi. Manusia dan kesusastraan memang sangatlah berhubungan,
setiap manusia pasti erat hubungannya dengan kesustraan, baik yang mereka
sadari ataupun ada unsur ketidaksengajaan yang tidak mereka sadari. Mulai dari
sekolah dasar, secara formal kita sudah muali dikenali oleh karya-karya sastra,
contohnya adalah puisi. Mulai dari unsur intrinsiknya, unsur ekstrinsik, makna
yang terkandung, alur, dan tema, semua mulai diajarkan di bangku sekolah dasar.
Untuk membuat puisi atau karya sastra lainnya,
sesungguhnya tidaklah sulit. Kita hanya harus fokus, konsentrasi dan curahkan
semua perasaan dan ekspresi-ekspresi dalam hati kita ke sebuah tulisan.
kreatifitas dari penyair akan sangat menentukan keindahan dari sebuah puisi
atau karya sastra lainnya, penyair dapat memasukan majas, kata-kata
berkonotasi, kata-kata indah, atau bahkan kata-kata ambigu (memiliki lebih dari satu makna). Itu semua tergantung
pada penyair yang membuat karya sastra tersebut.
Sebuah karya sastra sesungguhnya memiliki sebuah
makna atau arti yang akan disampaikan oleh penyair kepada para pembacanya.
puisi atau karya sastra lainnya dapat berisikan keterkaitan antara manusia dan
manusia, manusia dan Tuhan, manusia dan lingkungan, dan lainnya. Jadi ada
baiknya, dari pada rasa kita memendam di dalam hati saja, lebih baik kita
salurkan kedalam sebuah karya satra seperti halnya puisi, karena akan lebih
indah.
Hampir disetiap zaman, sastra mempunya peranan yang
lebih penting. Alasan pertama, karena sastra mempergunakan bahasa. Sementara
itu bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hampir semua pernyataan kegiatan
manusia. Dalam usahanya untuk memahami dirinya sendiri, yang kemudian
dilahirkan filsafat, manusia mempergunakan bahasa. Dalam usahanya untuk
memahami alam semesta, yang kemudian melahirkan itlu pengetahuan, manusia
mempergunakan bahasa. Dalam usaha untuk mangatur hubungan antar sesamanya yang
kemudian melahirkan ilmu-ilmu social, dan demikian manusia dan bahasanya pada
hekikatnya satu. Kenyataan inilah mempermudah sastra untuk berkomunikasi.
Karena seni memegang peranan penting, maka seniman
sebagai pencipta karya seni juga penting, meskipun yang lebih pentingh adalah
karyanya. Seniman adalah media penyampai nilai-nilai kemanusian, kepekaannya
menyebabkan ia mampu menangkap hal yang lepas dari pengamat orang lain.
Cabang-cabang seni yang lain pada hakekatnya juga
abstrak. Gerak-gerik dalam seni tari misalnya , masih perlu dijabarkan.
Meskipun bunyi-bunyi dalam seni musik lebih cepat dinikmati, bunyi-bunyi itu
sendiri masih memerlukan penafsiran. Sebaliknya sastra adalah penafsiran itu
sendiri, meskipun didalam penafsiran itu sastra masih dapt di tafsirkan lagi
-
Pendekatan Kesusastraan
Ilmu Budaya Dasar pada kali ini berkaitan dengan
budaya yang adadalam keseharian dan budaya bangsa. Ada istilah Humanities
yangberasal dari bahasa latin yaitu, manusiawi, berbudaya, dan halus.Hal ini
tentunya sangat baik jika kita pelajar, karna kita akanmendapatkan ciri dari
manusia yang baik dalam bermasyarakat.Istilah Humanities berkaitan dengan
cabang-cabang ilmu lainnyaseperti filsafat, teologi, seni, dan cabang-cabangnya
termasuksatra, sejarah, cerita rakyat, dsb. Dari semua itu intinya
adalahmempelajari masalah manusia dan kebudayaan.
Sastra adalah karya, sama posisinya seperti
karya-karya yang lain, seperti Cerpen, Puisi, lukisan, patung, Musik, Seni
peran, dan apa saja yang merupakan hasil dari proses penciptaan. Sastra adalah
sebuah karya yang diawali dengan kejujuran, diisi dengan kesungguhan hati dan
diakhiri dengan kerelaan. Sastra juga dapat didefinisikan sebagai cinta pada
ciptaan Tuhan. Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena
seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreasifitas manusia. Seni sangat
sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai, bahwa masing-masing individu
memilih sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya atau kerjanya, masih
bisa dikatakan bahwa seni adalah proses dan produk dari kebebasan berekspresi,
dan suatu set nilai-nilai yang menentukan apa yang pantas dikirimkan dengan
ekspresi lewat suatu medium, untuk menyampaikan baik kepercayaan, gagasan,
sensasi, atau perasaan dengan cara seefektif mungkin untuk medium itu. Seni
merupakan suatu kebebasan.
-
Budaya yang dihubungkan dengan prosa
Prosa adalah cerita rekaan dan diartikan sebagai
bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pameran,lakuan,peristiwa dan
alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Dalam kesusastraan kita
mengenal jenis prosa lama dan prosa baru.
Prosa lama meliputi :
-
Dongeng adalah Cerita yang tidak benar-benar terjadi.
-
Hikayat adalah Cerita yang sulit diterima akal,merupakan cerita rekaan,
namun memiliki Pesan dan amanat bagi pembacanya.
-
Sejarah adalah Kejadian masa lampau yang benar-benar terjadi atau riwayat
asal-usul
Prosa baru Meliputi :
- Kisah
adalah Satuan naratif yang seringkali dibedakan dari cerita.
- Cerpen
adalah Suatu bentuk prosa naratif fiktif, cenderung padat dan langsung
pada tujuannya,
- Novel
adalah Karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif, biasanya berbentuk cerita.
-
Biografi adalah Kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang.
-
Otobiografi adalah Biografi yang ditulis oleh subyeknya.
- Nilai – Nilai dalam Prosa Fiksi
Prosa fiksi dalah prosa yang mempunyai nilai-nilai
yang diperoleh pembaca lewat sastra, nilai-nilai prosa fiksi diantaranya adalah
:
A. Memberikan wawasan, karena yang diperoleh pembaca
adalah pengetahuan tentang nilai –
nilai prosa fiksi.
B. Memberikan inforrmasi, karena yang di peroleh
pembaca bukan hanya wawasan tapi juga
informasi yang banyak dari berbagai tokoh prosa fiksi di dunia.
C. Memberikan kesenangan, selain memberikan wawasan
dan informasi juga dapat
memberikan kesenangan pembaca yang di selilingi dengan sejarah – sejarah
zaman dahulu kala.
D . Memberikan warisan, dapat di berikan kepada cucu
– cucu kita untuk bekal mereka nanti
dalam memdalami prosa fiksi tersebut.
-
Budaya dalam Puisi
Puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair
mengenal kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang
artistic/esthetic, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata – katanya.
Kreativitas penyair dalam membangun puisinya yang
meliputi sebagai berikut :
1. Figura bahasa adalah perkataan yang merujuk kepada
model-model aksi watak-watak.
2. Kata – kata yang bermakna ganda adalah kalimat
yang mengandung 2 makna.
Contoh : Sumbangan kedua sekolah itu telah kami terima.
pertama. ada dua kali sumbangan yang diberikan oleh sekolah itu; atau
kedua. ada dua sekolah yang menyumbang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar