Jumat, 11 Maret 2016



Nama             : Achmad Adyan indraji
Kelas              : 1TA05
NPM              : 10315053
Tugas Ilmu budaya Dasar
MANUSIA DAN KESUSASTRAAN

Manusia dan kesustaraan memiliki hubungan yang saling mengisi yaitu antara sastra dan seni, sebelum mengetahui hubungan sastra dan seni kita harus tahu apa itu sastra dan apa itu seni. Sastra adalah seni berbahasa,Sastra adalah ungkapan spontan dari perasaan yang mendalam, Sastra adalah ekspresi pikiran (pandangan, ide, perasaan, pemikiran) dalam bahasa,Sastra adalah inspirasi kehidupan yanag dimateraikan dalam sebuah bentuk keindahan ,Sastra adalah buku-buku yang memuat perasaan kemanusiaan yang mendalam dan kebenaran moral dengan sentuhan kesucian, keluasan pandangan, dan bentuk yang mempesona.
Sedangkkan Seni adalah ketrampilan yang diperoleh melalui pengalaman, pengamatan atau proses belajar. Sebagai contoh yang menghubungkan Sastra dengan kemampuan manusia yang berseni adalah drama dan teater. Seperti contohnya, teater yang menceritakan tentang sebuah kisah, maka manusia dituntut untuk dapat memainkan peran yang diperagakan agar dapat terasa apa yang dicerikan itu, padahal cerita tersebut hanya karangan atau bahkan imajinasi dari pengarang . Tapi dengan adanya manusia yang memerankan peran yang dimaksud dengan menjiwai karekternya masing-masing, kita dapat merasakan dan juga ikut masuk ke dalam cerita tersebut.
Diperlukan keahlian yang khusus untuk dapat memainkan peran yang baik menggunakan bahasa yang baik pula. Sastra juga termasuk seni yang bisa dikembangkan dengan baik oleh manusia yang berkreatif. Tanpa adanya manusia, sastra pun tidak akan pernah muncul, karena sastra berakar dari kepribadian seorang manusia itu sendiri.
Kesusastraan dapat diartikan sebagai tulisan atau curahan hati seseorang dan memiliki nilai juga makna yang terkandung didalamnya, makna yang terkandung didalam sebuah karya sastra dapat berupa makna kesenangan, kesedihan, kesengsaraan, kehebatan, bahkan cinta. Karya sastra tersebut dapat di tulis dalam bentuk puisi, prosa, sajak, syair, pantun dan masih banyak lagi. Manusia dan kesusastraan memang sangatlah berhubungan, setiap manusia pasti erat hubungannya dengan kesustraan, baik yang mereka sadari ataupun ada unsur ketidaksengajaan yang tidak mereka sadari. Mulai dari sekolah dasar, secara formal kita sudah muali dikenali oleh karya-karya sastra, contohnya adalah puisi. Mulai dari unsur intrinsiknya, unsur ekstrinsik, makna yang terkandung, alur, dan tema, semua mulai diajarkan di bangku sekolah dasar.
Untuk membuat puisi atau karya sastra lainnya, sesungguhnya tidaklah sulit. Kita hanya harus fokus, konsentrasi dan curahkan semua perasaan dan ekspresi-ekspresi dalam hati kita ke sebuah tulisan. kreatifitas dari penyair akan sangat menentukan keindahan dari sebuah puisi atau karya sastra lainnya, penyair dapat memasukan majas, kata-kata berkonotasi, kata-kata indah, atau bahkan kata-kata ambigu (memiliki  lebih dari satu makna). Itu semua tergantung pada penyair yang membuat karya sastra tersebut.
Sebuah karya sastra sesungguhnya memiliki sebuah makna atau arti yang akan disampaikan oleh penyair kepada para pembacanya. puisi atau karya sastra lainnya dapat berisikan keterkaitan antara manusia dan manusia, manusia dan Tuhan, manusia dan lingkungan, dan lainnya. Jadi ada baiknya, dari pada rasa kita memendam di dalam hati saja, lebih baik kita salurkan kedalam sebuah karya satra seperti halnya puisi, karena akan lebih indah.
Hampir disetiap zaman, sastra mempunya peranan yang lebih penting. Alasan pertama, karena sastra mempergunakan bahasa. Sementara itu bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hampir semua pernyataan kegiatan manusia. Dalam usahanya untuk memahami dirinya sendiri, yang kemudian dilahirkan filsafat, manusia mempergunakan bahasa. Dalam usahanya untuk memahami alam semesta, yang kemudian melahirkan itlu pengetahuan, manusia mempergunakan bahasa. Dalam usaha untuk mangatur hubungan antar sesamanya yang kemudian melahirkan ilmu-ilmu social, dan demikian manusia dan bahasanya pada hekikatnya satu. Kenyataan inilah mempermudah sastra untuk berkomunikasi.
Karena seni memegang peranan penting, maka seniman sebagai pencipta karya seni juga penting, meskipun yang lebih pentingh adalah karyanya. Seniman adalah media penyampai nilai-nilai kemanusian, kepekaannya menyebabkan ia mampu menangkap hal yang lepas dari pengamat orang lain.
Cabang-cabang seni yang lain pada hakekatnya juga abstrak. Gerak-gerik dalam seni tari misalnya , masih perlu dijabarkan. Meskipun bunyi-bunyi dalam seni musik lebih cepat dinikmati, bunyi-bunyi itu sendiri masih memerlukan penafsiran. Sebaliknya sastra adalah penafsiran itu sendiri, meskipun didalam penafsiran itu sastra masih dapt di tafsirkan lagi
-         Pendekatan Kesusastraan
Ilmu Budaya Dasar pada kali ini berkaitan dengan budaya yang adadalam keseharian dan budaya bangsa. Ada istilah Humanities yangberasal dari bahasa latin yaitu, manusiawi, berbudaya, dan halus.Hal ini tentunya sangat baik jika kita pelajar, karna kita akanmendapatkan ciri dari manusia yang baik dalam bermasyarakat.Istilah Humanities berkaitan dengan cabang-cabang ilmu lainnyaseperti filsafat, teologi, seni, dan cabang-cabangnya termasuksatra, sejarah, cerita rakyat, dsb. Dari semua itu intinya adalahmempelajari masalah manusia dan kebudayaan.
Sastra adalah karya, sama posisinya seperti karya-karya yang lain, seperti Cerpen, Puisi, lukisan, patung, Musik, Seni peran, dan apa saja yang merupakan hasil dari proses penciptaan. Sastra adalah sebuah karya yang diawali dengan kejujuran, diisi dengan kesungguhan hati dan diakhiri dengan kerelaan. Sastra juga dapat didefinisikan sebagai cinta pada ciptaan Tuhan. Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreasifitas manusia. Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai, bahwa masing-masing individu memilih sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya atau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa seni adalah proses dan produk dari kebebasan berekspresi, dan suatu set nilai-nilai yang menentukan apa yang pantas dikirimkan dengan ekspresi lewat suatu medium, untuk menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara seefektif mungkin untuk medium itu. Seni merupakan suatu kebebasan.

-         Budaya yang dihubungkan dengan prosa

Prosa adalah cerita rekaan dan diartikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pameran,lakuan,peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Dalam kesusastraan kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru.
Prosa lama meliputi :
       - Dongeng adalah Cerita yang tidak benar-benar terjadi.
       - Hikayat adalah Cerita yang sulit diterima akal,merupakan cerita rekaan, namun                        memiliki Pesan dan amanat bagi pembacanya.
       - Sejarah adalah Kejadian masa lampau yang benar-benar terjadi atau riwayat asal-usul
Prosa baru Meliputi :
       - Kisah adalah Satuan naratif yang seringkali dibedakan dari cerita.
       - Cerpen adalah Suatu bentuk prosa naratif fiktif, cenderung padat dan langsung pada                 tujuannya,
       - Novel adalah Karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif, biasanya berbentuk cerita.
       - Biografi adalah Kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang.
       - Otobiografi adalah Biografi yang ditulis oleh subyeknya.

  -    Nilai – Nilai dalam Prosa Fiksi

Prosa fiksi dalah prosa yang mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra, nilai-nilai prosa fiksi diantaranya adalah :
A. Memberikan wawasan, karena yang diperoleh pembaca adalah pengetahuan tentang nilai –     nilai prosa fiksi.
B. Memberikan inforrmasi, karena yang di peroleh pembaca bukan hanya wawasan tapi juga       informasi yang banyak dari berbagai tokoh prosa fiksi di dunia.
C. Memberikan kesenangan, selain memberikan wawasan dan informasi juga dapat                       memberikan kesenangan pembaca yang di selilingi dengan sejarah – sejarah zaman dahulu       kala.
D . Memberikan warisan, dapat di berikan kepada cucu – cucu kita untuk bekal mereka nanti         dalam memdalami prosa fiksi tersebut.

-         Budaya dalam Puisi

Puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenal kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang artistic/esthetic, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata – katanya.

Kreativitas penyair dalam membangun puisinya yang meliputi sebagai berikut :

1. Figura bahasa adalah perkataan yang merujuk kepada model-model aksi watak-watak.

2. Kata – kata yang bermakna ganda adalah kalimat yang mengandung 2 makna.
                Contoh : Sumbangan kedua sekolah itu telah kami terima.

                pertama. ada dua kali sumbangan yang diberikan oleh sekolah itu; atau
                 kedua. ada dua sekolah yang menyumbang.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar