Nama : Achmad Adyan Indraji
Kelas : 1TA05
NPM : 10315053
Tugas Ilmu Budaya Dasar
Manusia dan Keindahan
1. Pengertian keindahan
Menurut
saya, Keindahan adalah sesuatu hal yang merujuk dan memiliki sifat yang indah,
enak dipandang, didengar, maupun dirasakan. Keindahan tidak hanya terdapat pada
makhluk hidup saja, namun benda mati pun juga memiliki keindahan dengan ciri
khasnya sendiri-sendiri.
Keindahan
atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau
gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau
kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai
keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan
dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan
budaya. Sebuah "kecantikan yang ideal" adalah sebuah entitas yang
dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu
budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.
2. Membedakan keindahan sebagai
kualitas abstrak dan sebagai suatu benda.
Keindahan
sebagai suatu kualitas abstrak (Beauty as an abstract quality) menggambarkan
sesuatu yang kontemporer dan bersifat nonrealistic di mana sang pencipta karya
menggambarkan sesuatu yang tidak bisa dimengerti secara umum dan tidak sesuai
dengan realita. Keindahan sebagai kualitas abstrak menggambarkan suatu bentuk
dalam yang keindahan di mana keindahan tersebut bersifat eksklusif dan hanya
dapat dimengerti oleh orang yang menciptakan keindahan tersebut berdasarkan apa
yang dipahaminya.
Sedangkan
keindahan sebagai sebuah benda tertentu yang indah adalah keindahan yang
memiliki konsep pemahaman dan nilai yang berbeda dengan kualitas abstrak di
mana benda yang dimaksud dalam hal ini adalah sesuatu yang mewakili keindahan
secara umum dan dapat dengan mudah diterima maupun dipahami oleh masyarakat.
Contoh
keindahan dalam bentuk benda:
3. Pengertian keindahan seluas –
luasnya
Dalam
artian luas, pengertian ini masih diambil dari bangsa yunani yang didalamnya
mencakup pula kebaikan. Menurut beberapa ahli antara lain :
Plato
mengatakan bahwa watak yang indah adalah hokum yang indah.
Aristoteles
mengatakan bahwa keondahan merupakan sesuatu yang selain baik juga
menyenangkan.
Plotinus
menuliskan dalam bukunya tentang ilmu yang indah dan kebijakan yang indah.
Dari
beberapa ahli tersebut, bangsa Yunani tetap mengatakan bahwa keindahan adalah
sesuatu ilmu dan ada yang indah dan akan terus berlangsung.bangsa yunani lebih
berbicara tentang arti keindahan dalam arti estetik yang disebut sebagai
‘symmetria” untuk keindahan yang berdasarkan penglihatan semata dan harmonia
untuk keindahan yang berdasarkan pendengaran.
Keindahan
Seni : Seni sering sekali menjadi penghubung keindahan agar bisa dinikmati oleh
pengamat objeknya. Seseorang paling dominan menikmati keindahan itu lewat seni.
Keindahan
Alam : Keindahan yang ada di sekitar kita, keindahan yang dapat dinikmati
dengan mengamati pemandangan yang menakjubkan dari lingkungan sekitar kita.
Keindahan
Moral : Keindahan yang terwujud dari sikap dan perilaku baik yang dilakukan
manusia dengan ikhlas.
Keindahan
Intelektual : Keindahan berdasarkan ilmu pengetahuan
4. Pengertian nilai estetik
Nilai
yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan
disebut nilai estetik.
Dalam
bidang filsafat, istilah nilai
seringkali dipakai sebagai suatu kata benda abstrak yang berarti keberhargaan
(worth) atau kebaikan (goodness). Dalam dictionary of sociology and related
sciences diberikan perumusan tentang value yang lebih terinci lagi sebagai
berikut :
“The
belived capacity of any object to satisfy a human desire, The qualifty of any
object which causes it to be on interest to an individual or a group”.
(kemampuan yang
dipercaya
ada pada sesuatu benda untuk memuaskan suatu keinginan manusia. Sifat dari
sesuatu benda yang menyebababkan menarik minat seseorang atau sesuatu
golongan).
Menurut
kamus itu selanjutnya nilai adalah semata-mata suatu realita psikologis yang
harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia
dan bukan pada bendanya itu sendiri. Nilai itu oleh orang dipercaya terdapat
pada sesuatu benda sampai terbukti ketakbenarannya.
Tentang
nilai itu ada yang membedakan antara nilai subyektif dan nilai objektif, atau
ada yang membedakan nilai perseorangan dan nilai kemasyarakatan. Tetapi
penggolongan yang penting adalah nilai ekstrinsik dan nilai instrinsik.
5. Membedakan pengertian nilai
intrinsik dan nilai ekstrinsik.
Nilai
Instrinsik
Setiap
objek mengandung kualitas tertentu, kualitas atau nilai demikian disebut dengan
nilai intrinsik. Jadi, nilai intrinsik adalah nilai yang berdiri sendiri.
Nilai
Ekstrinsik
Merupakan
suatu nilai susila yang harus dihubungkan dengan hal-hal lain diluar tindakan
itu yakni konsekuensi atau akibat dari tindakan tersebut.
6. Membedakan kontemplasi dan
ekstansi.
Kontemplasi
adalah perasaan yang ada berdasar dari dalam diri manusia untuk menciptakan
sesuatu yang indah, membuat sesuatu yang memiliki daya tarik untuk
mengungkapkan suatu keindahan dari benda terserbut. Ekstansi adalah perasaan
yang ada berdasar dari dalam diri manusia untuk menyatakan, merasa, dan menikmati
sesuatu yang sudah ada yang mereka anggap indah.
7. Teori-teori renungan.
Teori
Pengungkapan : Dalil dari teori ini ialah bahwa “Art is an
expression of human feeling” (Seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan
manusia). Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto
Croce (1886-1952) dengan karyanya yang telah diterjemahkan kedalam bahasa
Inggris;
Teori
Metafisik : Merupakan salah satu teori yang tertua,
yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas
estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Seniman besar adalah
seseorang yang mampu dengan perenungannya itu menembus segi-segi praktis dari
benda-benda di sekelilingnya dan sampai pada makna yang dalam, yakni memahami
ide-ide dibaliknya;
Teori
Psikologis : Salah satunya ialah teori permainan yang
dikembangkan oleh Freedrick Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer
(1820-1903). Seni merupakan semacam permainan y menyeimbangkan segenap
kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus
dikeluarkan.
8. Teori-teori keserasian.
Teori
Objektif dan Teori Subjektif : Teori
Objectif menyatakan bahwa keindahan atau ciri-ciri yang menciptakan nilai
estetika adalah sifat (kulitas) yang memang melekat dalam bentuk indah yang
bersangkutan.Pendukung teori objectif salah satunya adalah Plato, Hegel. Teori
Subjectif menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu
tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri sesorang yang mengamati suatu
benda. Pendukung nya adalah Henry Home, Earlof Shaffesburry;
Teori
Perimbangan : Dalam arti yang terbatas yakni secara kualitatif yang di
ungkapkan dengan angka-angka, keindahan hanyalah kesan yang subjectif sifatnya
dan berpendapat bahwa keindahan sesungguhnya tercipta dan tidak ada keteraturan
yakni tersusun dari daya hidup, penggembaraan, pelimpahan dan pengungkapan
perasaan.
(sumber
: https://id.wikipedia.org/wiki/Keindahan
)
(sumber
: inspirasi sendiri)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar