Nama :
Achmad Adyan Indraji
Kelas : 1TA05
NPM :
10315053
Tugas Ilmu Budaya Dasar
Manusia
dan Kegelisahan
1. Pengertian kegelisahan
Menurut
saya kegeliasahan adalah sesuatu yang dirasakan oleh manusia yang dimana rasa
itu membuat manusia itu tidak nyaman dan ingin segera meninggalkan hal yang
membuatnya gelisah.
Menurut
referensi lain
Kegelisahan
berasal dari kata gelisah yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa
khawatir, tidak tenang, tidak sabar,
cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram
hati maupun perbuatannya, merasa kawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya,
tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
Kegelisahan
hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam
situasi tertentu. Gejala tingkah laku atau gerak.-gerik itu umumnya lain dari
biasanya, misalnya berjalan mundar-mandir
dalam ruang tertentu sambil
menundukkan kepala,
memandang jauh ke depan sambil
mengepal-ngepalkan tangannya, duduk termenung sambil memegang kepalanya, duduk
dengan wajah murung atau sayu, malas bicara, dan lain-lain.
2. Macam – macam kecemasan yang
dialami manusia
Adapun
seorang ahli psikonalisa yang bernama Sigmund Freud berpandapat, bahwa ada tiga
macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu kecemasan kenyataan (obyektif),
kecemasan
neorotik dan kecemasan moril.
Kecemasan
Obyektif.
Kecemasan tentang kenyataan adalah suatu
pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia
luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseoarang yang mengancam
untuk mencelakakannya. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari
sifat pembawaan, dalam arti kata, bahwa seseorang mewarisi kecenderungan untuk
menjadi takut kalau ia berada dekat dengan benda-benda tertentu atau keadaan
tertentu dari lingkungannya.
Kecemasan
akibat dari kenyataan yang pernah dialami sangat terasa bilamana pengalaman itu
mengancam eksistensi hidupnya, karena seseorang tidak mampu mengatasinya waktu
itu terjadilah kemudian apa yang disebut stress. Contoh kenyataan yang dialami
seseorang seperti kecemasan yang dialami
seorang anak kecil yang mendapat perlakuan kejam dari ayahnya. Mungkin ia
selalu cemas ketika berhadapan dengan orang yang seusia ayahnya, tetapi ada
pula yang memberikan reaksi membalik, karena ia mendendam, maka ia berusaha
selalu untuk ganti berbuat kejam sebagai pelampiasannya.
Kecemasan
Neorotis (Syaraf).
Kecemasan ini timbul karena pengamatan
tentang bahaya dari naluriah. Menurut Sigmund Freud, kecemasan ini dibagi
menjadi tiga macam yakni :
Kecemasan
yang timbul karena penyesuaian hati dengan lingkungan. Kecemasan timbul karena
orang itu takut akan bayangannya sendiri, atau takut akan id-nya sendiri,
sehingga menekan menguasai ego. Kecemasan semacam ini menjadi sifat dari
seseorang yang gelisah, yang selalu mengira bahwa sesuatu yang hebat akan
terjadi.
Bentuk
ketakutan yang tegang dan irasional (phobia). Bentuk khusus dari phobia adalah,
bahwa intensitet ketakutan melebihi proporsi yang sebenarnya dari obyek yang
ditakutannya. Misalnya seorang anak gadis takut memegang benda yang terbuat
dari karet. Ia tidak mengetahui sebab ketakutan tersebut, setelah dianalisis,
ketika masih kecil dulu ia sering diberi balon karet oleh ayahnya, satu untuk
dia dan satu untuk adiknya. Dalam suatu pertengkaran ia memecahkan balon
adiknya, sehingga ia mendapat hukuman yang keras dari ayahnya. Hukuman yang
didapatnya dan perasaan bersalah menjadi terhubung dengan bola karet.
Rasa takut lain ialah rasa gugup, gagap dan
sebagainya. Reaksi ini munculnya secara tiba – tiba tanpa ada provokasi yang
tegas. Reaksi gugup ini adalah perbuatan merdekan diri yang bertujuan
membebaskan seseorang dari kecemasan neoritis yang sangat menyakitkan dengan
jalan melakukan sesuatu yang dikehendaki ileh id meskipun ego dan superego
melarangnya. Misalnya seseorang yang tidak bisa menyanyi atau berbicara didepan
umum, sehingga ia merasa gelisah, gemetar, dan hilang keseimbangan, sehingga
sulit berbicara atau bernyayi.
Kecemasan
Moril
Kecemasan moril desebabkan karena pribadi
seseorang. Tiap pribadi memiliki macam – macam emosi antara lain : iri, benci,
dendam, dengki, marah, gelisah, cinta, rasa kurang.
Rasa
iri, benci, dengki, dendam itu merupakan sebagian dari pernyataan individu
secara keseluruhan berdasakan konsep yang kurang sehat. Oleh karena itu sering
alasan untuk iri, benci, dengki itu kurang dapat dipahami orang lain.
Sifat
– sifat seperti itu adalah sifat yang tidak terpuji, bahkan mengakibatkan
manusia akan merasa khawatir, takut, cemas, gelisah dan putus asa. Misalnya
sesorang yang merasa dirinya kurang cantik, maka dalam pergaulannya ia terbatas
kalau tidak tersisihkan, sementara itu ia pun tidak berprestasi dalam berbagai
kegiatan, sehingga kawan – kawannya lebih diniai sebagai lawan. Ketidak
mampuannya menyamai kawan – kawannya demikian menimbulkan kecemasan moril.
3. Sebab-sebab seseorang gelisah
Sigmon
Freud seorang ahli psikoanalisa berpendapat, bahwa ada tiga macam kecemasan
yang menimpa manusia, yaitu: kecemasan kenyataan, kcemasan neoritik dan
kecemasan moril. Kegelisahan tidak jarang bersahabat dengan umumnya kita. Ada
yang gelisah karena faktor-faktor materi, ada juga yang bukan karena hal- hal
yang material.
Mungkin
kegelisahan itu disebabkan antara lain:
1.
Kesulitan ekonomi
2.
Takut kehilangan harta, jabatan dan popularitas
3.
Penyakit yang menahun
4.
Kesulitan mendapatkan pasangan hidup yang ideal
5.
Takut kehilangan pasangan hidup
6.
Khawatir gagal dalam berkarier
7.
Dan lainnya
Jika
kesulitan ekonomi dijadikan alasan sebagai penyebab utama, tentu masih banyak
saudara kita yang lebih parah ekonominya dari kita. Tapi sebagian mereka masih
bisa tersenyum, dan nyenyak tidur hanya dengan beralaskan tikar di bawah
jembatan dan di pinggir jalan. Mengapa kita harus gelisah?
Jika
kekhawatiran hilangnya harta, jabatan atau popularitas menjadi penyebab
kegeliasahan. Bukankah semua ini memang tidak kekal, semuanya bersifat
sementara. Padahal masih lebih banyak saudara- saudara kita yang hidup serba
pas-pasan, tidak punya jabatan, apalagi popularitas. Justru mereka sering
dihina. Tapi anehnya, sebagian mereka masih bisa tersenyum dan nyenyak tidur di
dalam rumah kontrakan yang sempit dan pengap.
Jika
pasangan hidup ideal yang menjadi penghalang kebahagiaan rumah tangga, tentu kita
saksikan banyak saudara-saudara kita tanpa pasangan yang “ideal”, tapi mereka
bisa menikmati kebahagiaan dalam rumah tangga. Mengapa kita harus gelisah hanya
karena belum mendapatkan pasangan yang “ideal” dalam pikiran dan khayalan kita.
Bukankah
Rasulullah saw telah memberi tuntunan dalam mencari pasangan,
sekaligus
kreterianya, cara memperolehnya, cara dan cara … lainnya.
Kehilangan
pasangan sering menjadi sebab kegelisahan bahkan banyak menimpa kehidupan
manusia, terutama kalangan istri. Semakin banyak rizki dan harta yang diraihnya
semakin besar kegelisan yang akan menimpanya. Mengapa? Memang tidak sedikit
terjadi melimpahnya harta membuka peluang yang luas hilangnya kesetiaan
pasangan suami-isteri.
Mungkin
fenomena ini yang sering mendatangkan kegelisahan. Bahkan tidak jarang sebagian
isteri tak sanggup memejamkan matanya di larut malam karena sang suami belum
pulang. Pikirannya terbang melayang ke alam yang negatif penuh curiga. Mengapa
ini terjadi? Padahal sebelumnya mengharapkan datangnya limpahan harta. Setelah
harta melimpah justru kegelisahan pun juga atang.
Pada
dasarnya semua manusia mendambakan kebahagiaan, dan tidak menginginkan
kegelisahan. Kebahagiaan itu satu, dan kegelisahan juga satu. Bisa diraih oleh
setiap manusia yang kaya atau yang miskin, yang punya jabatan atau yang jelata,
yang ternama atau yang tak dikenal, berpasangan atau yang belum, yang sehat
atau sedang sakit, yang berkarier atau yang belum. Sebaliknya kegelisahan juga
bisa datang pada setiap manusia dari semua lapisan dan tingkatan.
4. Contoh – contoh kegelisahan manusia
Contoh:
1.Bila
ada suatu tanda bahaya (bahaya
banjir, gunung meletus, atau perampokan), orang tentu akan gelisah.
Hal itu disebabkan karena bahaya itu mengancam
akan hilangnya beberapa
hak orang sekaligus.
misalnya hak hidup,
hak milik, hak
memperoleh perlindungan,
hak kemerdekaan hidup, dan mungkin hak
nama baik.
2.
Bila seseorang ditinggalkan oleh teman – teman akrabnya tanpa sebab yang jelas,
maka orang yang ditinggalkan tersebut akan bingung dan gelisah, mengapa teman –
temannya meninggalkan dia
5. Usaha – usaha mengatasi kegelisahan
manusia
Adapun
uasaha – usaha mengatasi kegelisahan manusia
1. Mencari
tahu sebenarnya apa yang digelisahkan
2. Mencari
penyebab dari kegelisahan yang dirasakan
Contoh : seseorang merasa gelisah saat
dia merasa sendiri, dia mencari penyebab dari kegelisahan yang dirasakannya,
dan ternyata penyebab dia saat merasa sendiri adalah karena dia pernah
ditinggalkan oleh teman – teman dekatnya tanpa dia tahu sebenarnya salahnya itu
apa.
3. Mencari
pemecahan masalah dari kegelisaha yang dirasakan
Contoh/: orang yang mengalami kegelisahan karena
ditinggalkan oleh teman-temannya tanpa alas an yang jelas, maak dia berusaha
mencari pemecahan masalah dari kegelisahan yang dialaminya dengan cara dia
berbicara kepada teman – temannya dari hati ke hati sebenarnya salah dia itu
apa sehingga dia dijauhi dan tinggalkan oleh teman – temannya.
6. Contoh – contoh mengatasi
kegelisahan manusia
Contoh
: Dokter yang menghadapi istri dan anaknya yang sedang
sakit, justru tidak dapat merasa
tenang, karena ada ancaman terhadap haknya. Dokter tidak dapat berbuat apa-apa bila
menghadapi keluarganya yang
sakit, karena ia
merasa khawatir. Dalam
hal ini dokter itu harus
bersikap seperti menghadapi
pasien yang bukan
keluarganya.
7. Pengertian keterasingan
Keterasingan
berasal dari kata terasing, dan kata itu adalah dari kata dasar asing. Kata
asing berarti sendiri, tidak dikenal,sehingga kata terasing berarti,
tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain, atau terpencil. Jadi
kata terasingberarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pegaulan,
terpencil atau terpisah dari yang lain.
8. Pengertian kesepian
Kesepian
adalah suatu perasaan yang membuat seseorang merasa sendirian, terasingi, dan
seperti taka da yang memperhatikannya
9. Sebab – sebab seseorang mengalami
kesepian
Ada
empat penyebab dasar dari kesepian. Penyebab pertama adalah transisi kehidupan.
Transisi yang menyebabkan perubahan sehingga kita merasa kesepian. Menjadi tua
kemudian ditinggalkan anak dapat menciptakan kesepian dalam hidup. Berganti
pekerjaan, sakit keras, pensiun, dapat menimbulkan kesepian.
Penyebab
kedua adalah keterpisahan. Ketika kita diisolasi dalam pengertian terpisah dari
teman-teman dekat, terpisah dari keluarga anda (dikarenakan karier, praktek
kuliah, wajib militer, atau alasan lainnya)
itu dapat menyebabkan kesepian.
Apalagi mereka yang sulit diakses oleh alat komunikasi apapun. Sungguh
mereka akan bisa merasakan kesepian. Keterpisahan lainnya adalah
perceraian/putus hubungan. Ini juga penyumbang besar masalah kesepian dalam
masyarakat.
Penyebab
ketiga adalah direndahkan/dipermalukan. Dalam dunia pekerjaan, dunia pendidikan
atau dalam relasi sosial dengan orang lain, bila mendapatkan ucapan yang
merendahkan atau dipermalukan di depan umum akan menimbulkan rasa kesepian yang
dalam. Kita merasa diserang dan kita merasa sendirian karena tidak ada yang membela.
Melewati pengalaman seperti ini menimbulkan perasaan kesepian yang menyakitkan
Penyebab
keempat dari kesepian adalah penolakan.
Kita merasa sakit hati, tidak dianggap, tidak berguna, tidak bisa
diandalkan, tidak dicintai dan lain sebagainya.
10. Contoh – contoh seseorang yang dilanda
kesepian
Pangeran
Aksara meninggalkan istana, tempat kemewahan, keramaian dan
ketidakpastian. Karena frustasi menyaksikan kontradiksi
keadaan istana dengan keadaan
luar istana yang penuh penderitaan,
maka ia meninggalkan istana pergi ke tempat yang
sepi, mencari hakekat hidup.
Bila
kita perhatikan sepintas
lalu keterasingan dan
kesepian itu serupa
tetapi tidak sama, namun
ada hubungannya. Beda antara keduanya hanya terletak pada sebab akibat.
Jadi
kesepian itu akibat dari
keterasingan. Keterasingan akibat sikap sombong. angkuh, kaku, keras kepala, sehingga dijauhi
ternan-ternan sepergaulan. Karena ternan-ternan menjauhi, maka orang yang
bersikap sombong itu hidup terasing. terpencil dari keramaian hidup sehingga
kesepian.
11. Pengertian ketidakpastian
Ketidak
pastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat
ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. Ketidak pastian artinya keadaan yang tidak pasti, tidak
tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa arah yang jelas,
keadaan tanpa asal-usul yangjelas. ltu
semua adalah akibat pikirannya tidak dapat konsentrasi. Ketidak konsentrasian
disebabkan oleh berbagai sebab, yang
jelas pikirannya kacau.
12. Sebab – sebab ketidakpastian
Orang
yang pikirannya terganggu tidak dapat lagi berpikir secara teratur, apalagi
mengambil kesimpulan. Dalam berpikir manusia selalu menerima rangsang-rangsang
lain, sehingga jalan pikirannya menjadi kacau oleh rangsang-rangsang barn.
Kalau toh ia dapat berpikir baik akan memakan waktu yang cukup lama dan sukar.
Mereka menampakkan tanda-tandaobsesi, phobia, delusi, gerakan-gerakan gemetar,
kehilangan pengertian, kehilangan kemampuan untuk menangkap sesuatu.
Sumber:
dan
dari pemikiran saya sendiri