Nama :Achmad
Adyan Indraji
Kelas :1TA05
NPM :
10315053
Tugas Ilmu Budaya Sosial
Manusia
dan Harapan
1.
Pengertian
harapan
Menurut
saya, Harapan adalah sesuatu yang diinginkan bahkan diimpikan untuk menjadi
kenyataan yang baik dan sesuai dengan
yang diinginkan.
Menurut
referensi lain, Harapan atau asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan
sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah
kebaikan di waktu yang akan datang.
2. Persamaan harapan dann cita – cita
Menurut
saya, harapan adalah sesuatu hal yang dinginkan dan bahkan diimpikan untuk
menjadi kenyataan , cita – cita pun juga sesuatu hal yang sangat diingikan dan
orang yang memiliki cita- cita pasti berharap agar cita - cita nya itu menjadi
kenyataan dimasa depan.
Jadi
kesamaan dari harapan dan cita – cita adalah sama – sama hal yang sangat
diinginkan dan berharap agar terwujud dimasa depan.
3. Contoh harapan
Contoh
dari harapan yakni:
a. Seseorang
mahasiswa laki – laki menyukai seorang gadis cantik dan juga merupakan mahasiswi
dikampus tempat laki – laki ini kuliah, namun sang gadis banyak sekali yang
menyukainya. Sang mahasiswa laki – laki tadi berharap agar suatu saat nanti
sang gadis lebih memilih menjadi pacarnya dibandingkan menjadi pacar laki –
laki lain.
b. Seluruh
siswa siswi di sekolah menengah atas akan menghadapi ujian kenaikan kelas, dan
semua siswa siswi berharap agar mendapat nilai bagus pada ujian kenaikan
kelasnya.
4. Pengertian doa
DOA
(DU’A) adalah memohon atau meminta pertolongan kepada Allah SWT. Akan tetapi bukan
berarti hanya orang-orang yang sedang ditimpa musibah saja yang layak
memanjatkan doa. Dalam keadaan segar-bugar dan tidak kekurangan suatu apa pun,
sebagai manusia, kiranya kita layak berdoa. Setidaknya berdoalah memohon
perkenan Allah SWT untuk mengampuni segala dosa-dosa, baik yang kita segaja
maupun tidak. Juga meminta tetap diberi kekuatan iman dan kesehatan agar dapat
melaksanakan segala perintah-Nya. Lalu memohon perlindungan-Nya dari gangguan
setan dan hawa nafsu kita sendiri supaya tidak terjerembab dalam jurang
maksiat.
5. Macam – macam doa
Do'a
masalah (permintaan) adalah: Meminta untuk diberikan manfaat dan dicegah dari
kemudharatan, atau sesuatu yang sifatnya permintaan. Dan ini dibagi menjadi
tiga:
a)
Permintaan yang ditujukan kepada Allah semata dan ini (termasuk tauhid dan
berpahala. -red. vbaitullah)
b)
Permintaan yang ditujukan kepada selain Allah, padahal dia tidak mampu memenuhi
dan memberikan permintaannya. Seperti meminta kepada kuburan, pohon-pohon besar
atau tempat-tempat keramat. Dan ini termasuk syirik dan dosa besar.
c)
Permintaan yang ditujukan kepada selain Allah pada hal-hal yang bisa dipenuhi
dan bisa dilakukan, seperti meminta prang lain, yang masih hidup untuk
memindahkan atau membawakan barangnya dan ini hukumnya boleh.
Do'a
Ibadah maksudnya Semua bentuk ibadah atau ketaatan yang diberikan kepada Allah
balk lahiriah maupun batiniah, karena pada hakikatnya semua bentuk ibadah
misalnya shalat, puasa, Haji dan sebagainya, tujuan utamanya adalah untuk
mendapatkan ridha Allah dan dijauhkan dari azab-Nya.
6. Contoh doa
Salah
satu contoh dr doa adalah
1. Seorang
anak mendoakan agar orang tuanya panjang umur , sehat selalu ,dan senantiasa
selalu dalam lindungan Allah SWT.
2. Seorang
teman yang baik, mendoakan temannya yang bersikap buruk terhadapnya, dia
mendoakan agar temannya yang bersikap buruk bias berubah menjadi baik terhadap
dirinya.
3. Seorang
murid akan melaksanakan ujian nasional, maka dia berdoa kepada ALLAH SWT. Agar diberi
ingatan yang tajam , agar bias mengerjakan ujian dengan baik , dan jujur.
7. Pengertian kepercayaan
Kepercayaan
berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran.
Kepercayaan adalah hal – hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan
akan kebenaran. Ada beberapa kalimat yang dapat kita perhatikan :
Ia
tidak percaya pada diri sendiri.
Saya
tidak percaya ia berbuat seperti itu, berita itu kurang dapat dipercaya.
Bagaimana
juga kita harus percaya kepada pemerintah.
Kita
harus percaya akan nasehat – nasehat yang berasal dari Al-qur’an.
Dengan
contoh berbagai kalimat diatas maka dapat ditarik kesimpulan, bahwa dasar
kepercayaan itu adalah kebenaran.
8. Teori – teori kebenaran
Teori
kebenaran menurut filsafat
1. Teori
Corespondence ® menerangkan bahwa kebenaran atau sesuatu kedaan benar itu
terbukti benar bila ada kesesuaian antara arti yang dimaksud suatu pernyataan
atau pendapat dengan objek yang dituju/ dimaksud oleh pernyataan atau pendapat
tersebut.
2. Teori
Consistency ® Teori ini merupakan suatu usah apengujian (test) atas arti
kebenaran. Hasil test dan eksperimen dianggap relible jika kesan-kesanyang
berturut-turut dari satu penyelidik bersifat konsisten dengan hasil test
eksperimen yang dilakukan penyelidik lain dalam waktu dan tempat yang lain.
3. Teori Pragmatisme ® Paragmatisme menguji
kebenaran dalam praktek yang dikenal apra pendidik sebagai metode project atau
medoe problem olving dai dalam pengajaran. Mereka akan benar-benar hanya jika
mereka berguna mampu memecahkan problem yang ada. Artinya sesuatu itu benar,
jika mengmbalikan pribadi manusia di dalamkeseimbangan dalam keadaan tanpa
persoalan dan kesulitan. Sebab tujuan utama pragmatisme ialah supaya manusia
selalu ada di dalam keseimbangan, untuk ini manusia harus mampu melakukan
penyesuaian dengan tuntutan-tuntutan lingkungan.
4. Kebenaran
Religius ® Kebenaran tak cukup hanya diukur dnenga rasion dan kemauan individu.
Kebenaran bersifat objective, universal,berlaku bagi seluruh umat manusia,
karena kebenaran ini secara antalogis dan oxiologis bersumber dari Tuhan yang
disampaikan melalui wahyu.
9. Usaha-usaha manusia untuk
meningkatkan rasa percaya kepada Tuhan
Usaha-usaha
Meningkatkan Percaya pada Tuhan
Usaha
itu antara lain:
•
Meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah.
•
Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat.
•
Meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong,
dermawan, dan sebagainya.
•
mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan.
•
menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fitnah, dan sebagainya.
Sumber
:
Pemikiran
sendiri

Tidak ada komentar:
Posting Komentar